Dimensi Perjalanan
![]() |
pixabay picture |
Ada banyak hal yang sulit kita mengerti dari proses kehidupan yang
kita lalui. Yang demikian sangat wajar dengan terbatasnya keberadaan
kita sebagai manusia, atau bahkan kita pun kesulitan membaca tanda – tanda yang
diberikan Tuhan kepada kita sebagai bentuk proses pendewasaan dan penemuan jati
diri manusia untuk mengenal Tuhannya. Manusia dengan segala kelemahannya hanya
perlu memperhatikan dan kerjakan saja, ikuti saja tak perlu banyak bertanya.
Banyak tanya membuat kita capek dan kehabisan tenaga, tak kan mampu kita
mengurai walau hanya satu dari firman Nya. Bahkan seorang Nabi Muhammad manusia
pilihan, Nabi akhir zaman didampingi Jibril untuk mengejawantahkan kebesaran
Nya sungguh ilmu Nya tiada batas. Apa kabar dengan kita yang banyak dosa ?
Sudah menjadi bagian proses perjalanan hidup manusia ketetapan
Tuhan yang manusia takkan mampu untuk menolaknya. Jadi jangan mendikte Tuhan.
Karena Tuhan lebih tau yang terbaik bagi kita. Berharap dan berdoa
saja jika memang yang terbaik semoga Tuhan memudahkan. Seringkali kita jumpai
harapan dan rencana tak sesuai dengan kenyataan.
Terkadang hati kita meronta lalu timbul pertanyaan bahkan berjuta
pertanyaan. Kenapa sihh harus saya Tuhan ?
Disinilah peran iman dalam menjawab sebuah tantangan. Iman walau
setitik akan memberikan pencerahan pada jiwa manusia yang kehilangan rasa percaya walau memang tak
semudah membalik tangan.
Jadi menurut saya sihh manusia ngak perlu kebanyakan rencana,
kalaupun punya niat akan sebuah rencana cukuplah dibatin saja Tuhan sudah tau
dan merekam kok meski gak diomongin.
Ada banyak cara bagi Tuhan dalam mendidik hambanya, dengan
mendatangkan ujian dan cobaan untuk mengasah iman dan jiwa kita agar kembali
pada fitrah yang sesungguhnya. Karena hidayah Tuhan datang dalam bentuk apa
saja yang tidak kita ketahui.
Yakinlah bahwa kelemahan dan ketidakberdayaan adalah cara Tuhan
menguatkan iman dan jiwa kita untuk lebih mengenal Nya
Catatan perjalanan
Nitamarelda
9 komentar untuk " Dimensi Perjalanan "
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.